Mengapa Mahasiswa Informatika Lulusnya Lama


Alasan Mahasiswa Informatika Lulusnya Lama - Jurusan Tehnik Informatika, Sistem Informasi, Manajemen Informatika dan sederet jurusan yang menggeluti dunia komputer saat ini banyak sekali diminati para calon mahasiswa. Why? Ya karena melihat perkembangan dunia teknologi yang kian hari kian beragam dan tidak ada matinya. Tentunya ini menjadi pelung yang terbuka lebar dunia kerja
.

Mulai dari sekolahan, perkantoran, bisnis bahkan dunia pertanianpun sekarang mulai melirik teknologi. Inovasi-inovasi teknologi hampir setiap hari lahir. Berbagai macam software, aplikasi dan yang paling ramai saat ini adalah gadget setiap harinya ada yang baru.

Eh.. tapi jangan salah. Dengan perkembangan teknologi yang cepat ini menjadi momok yang lumayan mengerikan buat para mahasiswa yang mengambil bidang study komputer. Itu karenanya kenapa mahasiswa Informatik lulusnya lama. Berikut alasan mahasiswa informatika lulusnya lama.


Peneliatian sebelum membuat program
Mahasiswa informatika selain mampu melakukan penelitian dibidangnya dia juga harus membuat sebuah produk dengan mengambangkan perangkat lunak. Kalau jurusan lain (seperti komunikasi, pendidikan, bahasa dll) bisa membuat skripsi hanya dengan melakukan penelitian, mahasiswa informatika harus dilengkapi dengan pengembangan software.

Ketika mengembangkan perangkat lunak untuk Tugas Akhirnya (Skripsi) penilitian dilakukan pada tahap awal (observasi, interview, pengumpulan data dll) yang kemudian dianalisis. Sedangkan pengembangan tentunya mahasiswa teknik informatika yg disingkat IF harus bisa mengembangkan perangkat lunak dari hasil analisis tersebut. Jadi mahasiswa harus kerja dua kali dan ini memerlukan waktu yang cukup lama. Mengembangkan perangkat lunak bisa butuh waktu berbulan-bulan lain halnya membuat program seminggu bisa beres.

Harus Paham Komunikasi Psikologi
Dalam mengembangkan perangkat lunak untuk Tugas Akhirnya, mahasiswa IF harus cakap dalam berkomunikasi karena ada satu tahapan yaitu observasi dengan interview client. Misalnya membuat website perusahaan maka pengembang harus paham betul apa yang diinginkan perusahaan tersebut dengan menginterview pihak / kepala bagian tertentu.
Inget kata interview jadi inget mahasiswa jurnalistik/komunikasi yang sedang membuat berita. Selain itu juga pengembang harus memahami psikologi client. Gunanya untuk menentukan interface yang cocok dari perangkat lunak yang dikembangkan. Jadi ada bagian tugas mahasiswa jurnalistik/komunikasi dan psikologi yang dilakukan oleh mahasiswa Informatika.

Memiliki Jiwa Seni
Mengembangkan perangkat lunak bisa dikatakan sama dengan membuat sebuah karya seni. Dengan jiwa seni rupa yang baik, perangkat lunak yang dikembangkan akan memiliki interface yang menarik dan artistik. Tak hanya visual, audio dan animasi pun harus paham betul. Misalnya dalam menyediakan konten multimedia dalam perangkat lunaknya tentu tidak akan lepas dengan animasi, audio dan video atau dikenal dengan istilah multimedia.
Mahasiswa IF yang mengembangkan PL yang berhubungan dengan multimedia harus bisa melakukan pekerjaan mahasiswa jurusan seni atau seniman seperti: video shooting, video editing untuk membuat video, photoshopping, recording dan sebagainya.

Harus Menguasai Banyak Bahasa
Mahasiswa informatika harus menguasai empat bahasa. Pertama, mahasiswa IF harus menguasai Bahasa Indonesia tentunya. Selain digunakan dalam membuat Laporan Tugas Akhir ini juga dilakukan ketika wawancara. Saat mempresentasikan karyanya dalam seminar proposal atau seminar TA juga menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dan baik.
Kedua, mahasiswa IF harus menguasai Bahasa Asing (Inggris). Referensi dalam bidang informatika khususnya yang baik dan lengkap biasanya didapat dari buku atau internet dengan menggunakan bahasa asing seperti bahasa inggris karena diluar banyak sekali ahli yang mengembangkan. Selain itu tool yang digunakan semuanya berbahasa inggris. misalnya Framework, Compiler, Database Managemen Sistem atau yang lebih sederhananya Sistem Operasi yang digunakan berbahasa inggris.
Ketiga, Bahasa daerah (mis: bahasa bugis, bahasa sunda, bahasa jawa) juga penting dikuasai. Dalam mengembangkan perangkat lunak ada proses observasi masalah dengan metode interview/wawancara client. Kalau kebetulan kita mengembangkan perangkat lunak untuk perusahaan kecil menengah dan bos/atasan perusahaan tersebut lebih suka atau bahkan hanya bisa bahasa daerah misalnya Bugis maka mau tidak mau mahasiswa IF yang melakukan interview harus mahir juga bahasa Bugis. Apa lagi khususnya dalam bahasa Bugis dibedakan antara bahasa kepada sebaya, yang lebuh muda dan yang lebih tua. Sudah pasti kebanyakan yang diwawancara itu lebih tua jadi harus bisa juga tuh bahasa Bugis yang benar, baik dan sopan. Kalo tidak bisa disangka gak punya etika.
Keempat, Mahasiswa Informatika harus bener-bener paham dan mampu ber-Bahasa Komputer/ Mesin atau kalau dalam pemrograman ada yang dinamakan bahasa pemrograman. Meski bahasa pemrograman kini dipermudah karena diadaptasi dengan bahasa inggris tetapi syntax atau tata penulisannya sangat jauh berbeda. Beberapa bahasa yang populer saat ini antara lain: BASIC (Beginners’ All-purpose Symbolic Instruction Code), HTML (Hypertext Markup Language), PHP (Preprocessor Hypertext), CSS (Cascading Style Sheet), Java (bukan bahasa jawa ya),C++ (bedain sama pijat ++ ya) dan lainnya yang digunakan dalam pemrograman tambah lagi SQL (Structured Query Language) dalam bahasa database. Pekerjaan Mahasiswa Jurusan Bahasa ada nih di Mahasiswa Teknik Informatika.

Dosen Galak (Tegas)
Ini bukan judul film yang dipajang di dinding bioskop. Tapi ini kondisi pada umumnya yang ada di jurusan teknik informatika. Waktu SMA atau SMP tentu kita pernah yang menemui yang namanya guru killer. Bukan berarti pembunuh sebenarnya tapi karena Galak dan Tegasnya. Guru killer yang terkenal biasanya guru Matematika, Fisika, atau Komputer.
Bayangkan aja Dosen Teknik Informatika itu gabungan ketiganya tentunya bisa disimpulkan tingkat ke-killer-an nya tiga kali lipat meski tidak semua tentunya. Penyebabnya bisa karena dosen teknik informatika sangat/terlalu idealis atau karena mahasiswanya yang terlalu baik. Yang jelas mahasiswa teknik informatika harus siap bekerja dibawah tekanan.




No comments: